Skip to main content

Bagaimana Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil Agar Janin Sehat dan Tumbuh Optimal

Mengatasi anemia pada ibu hamil tidaklah sesulit yang dibayangkan.

Namun tidak banyak ibu hamil yang mengetahui dirinya mengalami anemia. Ini disebabkan kurangnya pengetahuan mengenali tanda dan gejala anemia pada ibu hamil.

 

Kelihatannya sepele, namun bila tidak ditangani dengan benar, anemia pada kehamilan ini dapat meningkatkan resiko persalinan prematur maupun lahir dengan berat badan yang kurang. Pada sisi ibu hamil dapat memicu depresi pasca persalinan.

 

Pakar gizi sekaligus Direktur Micronutrient Initiative Indonesia Dr Elvina Karyadi PhD mengatakan, prevalensi anemia pada ibu hamil itu sekitar 40-50% atau 5 dari 10 ibu hamil mengalami gangguan kesehatan anemia.

 

Pada artikel ini akan membahas tentang anemia pada ibu hamil untuk membantu pertumbuhan janin yang sehat dan menjaga kesehatan ibu hamil. Mulai dari penyebab, ciri-ciri, penanganan, hingga asupan nutrisi makanan untuk mengatasi anemia pada ibu hamil.

 

Pengertian Anemia Pada Ibu Hamil

Anemia adalah kondisi saat kadar hemoglobin dalam darah di bawah batas normal atau terlalu rendah. Sehingga menyebabkan menurunnya kemampuan darah dalam menyalurkan nutrisi penting ke setiap organ tubuh manusia.

 

Kondisi kekurangan kadar hemoglobin ini sering dialami ibu hamil karena ibu hamil membutuhkan lebih banyak sel darah daripda orang biasa untuk mendukung perkembangan janin.

 

Kebutuhan hemoglobin ini tidak tercukupi sehingga nutrisi makanan dan oksigen yang disalurkan ke organ tubuh dan ke janin menjadi terbatas. Berikut ini adalah daftar kebutuhan hemoglobin normal pada ibu hamil :

 


Kebutuhan HemoglobinSatuan gram/desiliterSatuan gram/liter
Ibu hamil trisemester 111.6 – 13.9 gr/dl116 – 139 gr/L
Ibu hamil trisemester 29.7 – 14.8 gr/dl97 – 148 gr/L
Hamil trisemester 39.5 – 15 gr/dl95 – 150 gr/L
Wanita dewasa tidak hamil12 -15.8 gr/dl120 – 158 gr/L

Referensi : Abbasi-gannavati M, Greer LG, Chunningham FG, Pregnancy and laboratory studies: a reference table for clinicians. Obstet Gynecol. 2009 Dec; 114(6):1326. PMID;19935037

Penyebab Anemia Pada Ibu Hamil

Zat besi merupakan bahan baku utama dalam pembuatan hemoglobin dalam tubuh. Selama kehamilan jumlah volume darah meningkat pesat. Peningkatan volume darah ini merupakan adaptasi tubuh karena perubahan tubuh dalam pembentukan sel-sel darah pada janin dan membantu janin untuk mendapatkan pasokan darah yang cukup.

 

Olehkarena itu kebutuhan zat besi pada ibu hamil meningkat hingga 2x lipat daripada tidak hamil. Jika asupan nutrisi makanan tidak dapat mencukupi kebutuhan zat besi maka dapat menyebabkan anemia dalam kehamilan.

 

Ciri-ciri Anemia Pada Ibu Hamil

Gejala anemia ringan pada ibu hamil biasanya tidak disadari karena yang dirasakan masih terkesan umum. Seperti berkurangnya nafsu makan, sering mengantuk, dan terasa lemas.

 

Saat kondisi anemia semakin meningkat, maka berikut ini adalah gejala yang terjadi :

  • Tubuh terasa lemas dan wajah pucat
  • Jantung berdebar-debar
  • Pusing (terasa bergoyang-goyang)

Namun cara terbaik untuk mengetahui apakah anda mengalami anemia saat hamil adalah dengan melakukan tes darah di laboratorium/klinik.

 

Berikut ini adalah ibu hamil yang beresiko tinggi terkena anemia :

  • Ibu hamil dengan jarak kehamilan yang terlalu dekat.
  • Hamil anak kembar
  • Menstruasi berat saat pra kehamilan
  • Sering muntah karena morning sickness
  • Kurang asupan nutrisi makanan yang mengandung zat besi

 

Meskipun tidak termasuk kategori diatas guna melakukan pencegahan, tetap disarankan pada semua ibu hamil untuk melakukan tes kadar hemoglobin. Karena resiko anemia pada ibu hamil tidak hanya berakibat pada kesehatan janin, tapi juga kualitas hidup ibu hamil.

Jenis-jenis Anemia Pada Ibu Hamil

1. Anemia defisiensi zat besi

Disebabkan karena ibu hamil kurang asupan makanan yang mengandung zat besi. Inilah jenis anemia yang paling sering ditemui dalam kehamilan.

 

2. Anemia hemolitik

Jarang ditemui pada wanita indonesia. Ini disebabkan pembuatan sel darah merah terlalu lambat dibandingkan penghancuran sel darah merah.

 

3. Anemia hipoplastik

Penyebab anemia ini adalah obat-obatan tertentu, sinar rognten dan racun yang menyebabkan penurunan fungsi sumsum tulang, sehingga tidak mampu membuat sel-sel baru.

 

4. Anemia megaloblastik

Disebabkan karena kurangnya asupan nutrisi asam folat pada tubuh.

 

Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil

Cara instan untuk mengatasi anemia adalah dengan melakukan transfusi darah. Hemoglobin langsung naik seketika.

 

Namun ada cara alami yang bisa diupayakan untuk membantu mengatasi anemia pada ibu hamil. Yaitu dengan dengan treatment nutrisi makanan untuk melengkapi kekurangan mikro-nutrien, seperti asam folat dan zat besi.

 

Ada 2 langkah alami untuk mengatasi anemia pada ibu hamil :

 

1. Menambah Asupan Nutrisi Dari Makanan

Ada banyak jenis makanan yang mengandung zat besi dan asam folat dengan kadar yang berbeda beda.
Berikut ini adalah makanan untuk membantu mengatasi anemia pada ibu hamil :

Sayuran

  • Bayam : bayam merupakan sayuran yang kaya akan zat besi. Namun waspadai bagi ibu hamil yang memiliki riwayat asam urat.
  • Brokoli : selain mengandung zat besi brokoli adalah sayuran yang mengandung kalsium.

 

Selain itu juga disarankan mengkonsumsi sayuran yang memiliki daun hijau gelap dan kacang-kacangan (kacang panjang, buncis, dll).

 

Daging dan ikan

  • Daging merah : danging merah (daging sapi tanpa lemak) mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil seperti zat besi, vitamin B12 dan protein.
  • Ikan : selain kaya akan protein, ikan laut seperti salmon, tuna, dan tongkol mengandung berbagai gizi yang dibutuhkan untuk ibu hamil.
  • Hati sapi : kaya akan vitamin B12 dan protein. namun perlu diwaspadai terutama bagi ibu hamil yang mengalami darah tinggi. Karena mengandung kolesterol yang tinggi, dapat memicu hipertensi pada ibu hamil.

 

Buah-buahan

  • Pisang : buah pisang mengandung asam folat, juga kaya akan kalium.

Selain pisang, disarankan untuk mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, tomat, kiwi, dan strowberry. Vitamin C dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan optimal

 

Susu

  • Susu mengandung kalsium dan berbagai viitamin yang dibutuhkan ibu hamil. Kalsium yang fungsinya selain mejaga kesehatan tulang ibu, juga merupakan nutrisi utama untuk pembentukan tulang janin. Ion kalsium juga berfungsi membawa sari-sari makanan dalam darah ke seluruh tubuh.

 

Selain ada makanan yang membantu mengatasi anemia pada ibu hamil, ada juga makanan/minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari suplemen dan nutrisi makanan. Diantaranya adalah coklat, teh hitam, dan kopi.

 

Penting!

Asupan nutrisi dari makanan masih terbatas.

Kadar zat besi, asam folat, kalsium, protein, dan gizi lainnnya sangat tergantung pada kualitas daging, sayuran, dan buah-buahannya. Selain itu juga dipengaruhi oleh penyajian atau cara memasak makanan di atas.

 

Misalnya ikan salmon yang disajikan dalam bentuk sushi akan lebih terjaga gizinya dari pada ikan salmon yang digoreng minyak. Tomat dalam sambal dengan tomat dalam sop juga berbeda kualitas gizinya.

Karena beberapa teknik memasak dapat mempengaruhi berkurangnya kandungan gizi.

 

Diperparah dengan rasa malas mengkonsumsi sayur dan buah segar, dengan berbagai alasan seperti sibuk atau tidak nafsu makan. Selain itu tidak sedikit ibu hamil yang merasa tidak cocok atau tidak suka dengan minum susu. Misalnya menyebabkan rasa mual, dll.

 

Solusinya ada dilangkah ke-2.

Suplemen dari ekstraks bahan-bahan alami di bawah ini dapat membantu memudahkan ibu hamil dalam mengatasi anemia.

 

2. Menambah Asupan Nutrisi dari Suplemen Alami

 

Selain membantu mengatasi anemia, nurisi suplemen alami untuk ibu hamil ini juga dapat membantu menjaga kesehatan janin, menambah kecerdasan janin, dan meningkatkan kualitas hidup ibu hamil.

 

Berikui ini suplemen makanan untuk menambah asupan nutrisi ibu hamil yang direkomendasikan :

Spirulina Untuk Nutrisi Ibu Hamil

 

spirulina untuk mengatasi anemia pada ibu hamil
Spirulina : nutrisi alami dari ganggang biru kehijauan

 

Ganggang laut yang berwarna biru kehijauan (blue green algae) ini kaya akan zat besi. Kandungan zat besi dalam spirulina ini setara dengan 58 kali zat besi pada bayam.

 

Protein dalam spirulina sangat lengkap karena mengandung 22 jenis asam amino yang dibutuhkan untuk kesehatan ibu hamil dan janin. Protein dalam spirulina setara dengan 3 kali protein pada danging sapi atau pada ikan.

 

Spirulina Capsules
Spirulina Capsules : Nutrisi ibu hamil

 

Selain zat besi dan protein, spirulina mengandung nutrisi vitamin & mineral lain seperti vitamin A, C, E, dan GLA (Gamma Linolenic Acid). GLA sangat baik untuk nutrisi ibu hamil dan menyusui.

 

Kalsium Asam Amino (Nutrient Calcium) Untuk Nutrisi Ibu Hamil

Kalsium organik yang diekstraks dari sumsum tulang sapi segar yang kandungan kalsiumnya setara dengan 40 gelas susu murni pada setiap 100 gramnya.

 

Nutrient Calcium Powder
Suplemen Kalsium AA-Ca untuk Ibu Hamil

 

Kalsium asam amino merupakan jenis kalsium yang paling mudah diserap tubuh. Larut dalam air dan penyerapannya mencapai 95%. Sisanya 5% dikeluarkan melalui air seni.

 

Diperkaya dengan multivitamin dan mineral yang dibutuhkan ibu hamil, seperti zat besi yang berguna untuk mengatasi anemia pada ibu hamil.

 

Sayangnya kedua suplemen di atas tidak dijual di apotek maupun supermarket biasa. Anda hanya bisa mendapatkan nutrisi suplemen diatas dari distributor resmi yang dipercayai oleh Tiens Indonesia.

 

Untungnya saat ini anda bisa mendapatkannya melalui website ini dengan menghubungi kontak di bawah :

SMS / WA : 0813 2661 2989

0813 2661 2989

 

Jika ada pertanyaan terkait artikel silahkan komentar melalui form komentar di bawah ini :

 

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *