Skip to main content

5 Tips Jaga Kesehatan Saat Haji dan Umroh Agar Ibadah Lancar

Haji adalah impian setiap muslim.

Impian di mana kita ingin menyempurnakan rukun islam. Setelah melakukan syahadat, sholat, puasa, dan zakat.

 

Tapi Haji ini tidak mudah.

Bukan karena biayanya saja. Tapi kesempatannya.

Harus antri lama. Misalnya daftar tahun ini, berangkatnya mungkin sekitar 20 tahun lagi.

 

Selain itu, tentunya harus kuat secara iman, juga harus mampu secara fisik.

Ya, mampu secara fisik.

Kenapa?

 

Karena kegiatan saat menunaikan ibadah haji itu sangat padat.

Harus berkeliling dengan berjalan kaki, menginap di tenda-tenda saat di padang Arofah, menjalankan sunah-sunah Nabi, dll.

 

Tidak hanya itu. Karena ibadah haji itu dilaksanakan di kota Mekkah dan Madinah, tubuh kita perlu adaptasi.
Perbedaan cuaca, suhu, kelembaban, pola tidur, dan pola makan sangat mempengaruhi kesehatan kita.

 

Tidak sedikit orang-orang yang sedang menjalankan ibadah Haji malah jatuh sakit bahkan meninggal dunia.
Memang benar, sakit dan kematian itu kuasa Allah SWT.

 

Akan tetapi kita diberi akal untuk bisa berikhtiar menjaga kesehatan.

Di artikel ini saya tidak akan membahas panjang dari segi agama. Karena saya bukan ustadz ataupun biro perjalanan.

 

Di sini saya hanya berbagi pengalaman saya saat Umroh tahun kemarin. Ditambah pengalaman orang tua saya naik haji beberapa tahun yang lalu.

 

Kita akan belajar bagaimana berupaya menjaga kesehatan saat menunaikan Ibadah Haji dan Umroh agar tetap sehat dan ibadah Anda bisa lancar.

Kesehatan adalah modal utama.

Jika keimanan dan ketaqwaan adalah kriteria dasar (kewajiban) yang harus dipenuhi dahulu seberlum berniat Haji maupun Umrah, maka selebihnya apa yang kita butuhkan?

 

Ya, benar.

Kesehatan. Bukan uang untuk belanja oleh-oleh.

Nyatanya kalau kita tidak dinyatakan sehat oleh dokter dengan medical cek up-nya, keberangkatannya juga akan ditunda.

 

Sebelum berangkat, kita akan diberi vaksin untuk penyakit tertentu.

Itu artinya pemerintah memang berupaya agar kita tetap sehat dan tidak tertular penyakit endemik di Arab Saudi.
Namun agar kita tetap fit ketika berada di sana, kita harus berupaya sendiri.

 

Misalnya :

  • Latihan berjalan kaki sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan,
  • Menjaga pola makan, dengan makanan sehat bergizi,
  • Istirahat cukup dan berpikir positif,
  • Olahraga ringan secara rutin,
  • Dsb.

 

Kenapa kita harus berusaha menjaga kesehatan saat perjalanan ibadah Haji dan Umroh?

Ada 5 hal pokok yang menyebabkan kita harus waspada dalam menjaga kesehatan.

1. Tidak terbiasa dengan kondisi & lingkungan Arab Saudi.

Berbeda negara, berarti berbeda kondisi cuaca, tanah, udara, dan pola makan.

Kalau di sini tanahnya subur, banyak pohon hijau, udaranya lembab dsb. Kalau di sana padang pasir, Bukitnya batu, anginnya kencang,dan udaranya kering.

 

Hampir tidak ada pepohonan hijau seperti di sini. Kalaupun ada, itupun harus di rawat secara khusus dan hanya ada di pinggir-pinggir jalan.

 

haji dan umroh

 

Saat siang terik mataharinya panas sekali, saat malam udaranya dingin. Jika sistem imun tubuh kita tidak kuat, maka mudah terserang flu, bibir pecah-pecah, kulit jadi kering, dsb.

 

Oleh karena itu, agar tubuh anda lebih mudah beradaptasi, maka kita harus menjaga kesehatan agar kita tetap fit dan tidak mudah terserang penyakit.

 

2. Perjalanan yang panjang & Jadwal yang padat.

Anda harus naik pesawat dalam waktu yang lama. Kira-kira 10 jam. Lalu kemudian harus naik bis dari bandara ke hotel.

 

haji dan umroh

Sampai hotel, langsung mengikuti kegiatan yang padat. Jika Anda turun di bandara Jeddah maka langsung menuju hotel di Mekkah. Lalu menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan towaf.

 

Sedangkan jika Anda ikut kloter yang turun bandara Madinah, maka langsung ke hotel di Madinah. Belum puas beristirahat, Anda akan dibawa ke Masjid Nabawi untuk melaksanakan sholat Arbain.

Dan seterusnya.

 

Kegiatan yang padat ini, harus Anda jalani selama kira-kira 40 hari. Kalau fisik Anda tidak siap, Anda bisa jatuh sakit karena kecapekan.

 

Untuk Anda yang mau pergi umrah, anda juga harus menyiapkan fisik.

Memang jadwal perjalanannya lebih pendek (biasanya hanya 7 – 14 hari saja). Tapi juga sama saja. Padat sekali.

 

Jadi kalau Anda tidak biasa melakukan kegiatan yang sibuk, tubuh Anda akan kaget. Biasanya ditunjukkan dengan gejala-gejala masuk angin, radang tenggorokan, batuk, flu, dsb.

 

3. Tidak terbiasa Jalan kaki

Ini dia salah satu kelemahan orang indonesia.

Sejak kecil, kita terbiasa memanjakan kaki.

Jarak 100 meter saja kita terbiasa naik motor. Pergi ke masjid, ke pasar, ke rumah tetangga, beli pulsa, dll selalu naik motor.

 

Saya yakin Anda pun begitu.

Sehingga kaki kita tidak memiliki ketahanan yang cukup untuk berjalan kaki berkilo-kilo jauhnya. Tulang kaki kita mudah capek, otot betisnya lemah, mudah kram, dll.

 

Coba diingat lagi, hari ini Anda sudah jalan kaki berapa kilo?

Bahkan mungkin 1 kilo saja tidak ada.

 

Nah, di sana itu Anda harus berjalan kaki berkilo-kilo.

Untuk 1 x towaf saja, Anda harus mengelilingi masjidil Haram sebanyak 7 x.

 

Belum lagi perjalanan bolak-balik dari hotel ke Masjid, Anda harus berjalan kaki berkilo-kilo juga jauhnya.

Memang kalau umrah hotelnya biasanya lebih nyaman, dan dekat dengan Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Tetapi Anda juga harus jalan kaki untuk perjalanan dari hotel ke masjid.

haji dan umroh

Anda juga harus menyiapkan kaki untuk towaf di Masjidil Haram. Kecuali kalau Anda mau merogoh saku lebih dalam untuk biaya sewa kursi roda dan upah pendorong kursi.

 

Itupun masih ditambah menahan malu jika Anda usia 40 tahun ke bawah dan tidak punya cacat fisik. Karena lansia umur 50 tahun ke atas saja banyak yang mampu towaf berkali-kali tanpa kursi roda.

 

Oke, intinya Anda harus terbiasa jalan kaki dari sekarang!

Jangan manja.

 

Kalau kita punya tulang dan otot kaki yang kuat dan terbiasa jalan kaki, kita juga tidak akan kaget ketika jalan-jalan ke negara maju. Seperti di Jepang, Singapura, Inggris, dll.

Karena negara-negara maju, warganya pasti terbiasa jalan kaki.

 

4. Kurang Istirahat

Ketika melakukan perjalanan ibadah Haji maupun Umrah, waktu istirahat Anda akan berkurang.

Saya mengerti perasaan Anda. Mumpung sampai di Mekkah, di Madinah, ya waktunya di manfaatkan sebaik mungkin untuk kegiatan ibadah.

 

Karena saya dulu waktu Umroh juga begitu.

Rasanya eman kalau waktunya cuma habis di Hotel. Akhirnya saya lebih sering “nongkrong” di masjid dari pada di hotel. Jadi waktu tidurnya kurang. Biasanya saya tidur 7-8 jam ketika di Indonesia. Tapi waktu saya Umrah, saya tidur hanya sekitar 5 jam. (Mungkin sebaiknya jangan ditiru).

 

Nah, ketika kita kurang istirahat, metabolisme tubuh akan jadi kacau.

Saat-saat inilah kita harus berhati-hati. Karena liver Anda sedang lemah. Kantung mata menghitam, badan terasa lungkrah, dan kadang-kadang kepala jadi pusing.

 

Hati-hati jangan sampai telat makan, “kanginan” (kena angin dingin), maupun salah makan.
Resiko masuk angin, batuk, sakit perut, dan mules bisa meningkat.

 

5. Tidak terbiasa dengan makanan yang ada di sana.

Kita tahu bahwa tanah Arab Saudi tidak bisa ditanami sayuran seperti di sini. Makanan pokok di sana juga berbeda.

Meskipun kebanyakan biro Umrah akan memilihkan Anda hotel yang menu makanannya masakan Indonesia, tetapi hampir semua bahan makannya bukan dari sini.

 

Misalnya bentuk nasinya lebih panjang tapi lebih kecil. Rasa sayurnya juga sedikit berbeda.

Kalau Anda tidak terbiasa ke luar negeri, Anda harus belajar beradaptasi.

 

Tidak bisa protes atau komplain ini itu. Makanan di sana memang seperti itu. Syukuri saja apa adanya.
Kemudian jika Anda melakukan perjalanan Haji, Anda harus siap untuk makan nasi kotak yang menunya sudah ditentukan.

 

Tidak bisa pilih-pilih makanan.

Jadi Anda harus pandai-pandai bersyukur supaya tidak hilang nafsu makannya.

Kalau Anda sampai kehilangan nafsu makan, bisa bisa nutrisi harian yang Anda butuhkan tidak tercukupi.
Kalau nutrisi makanan yang Anda butuhkan setiap harinya tidak tercukupi, Anda akan mudah jatuh sakit.

 

Jadi agar ibadah Anda bisa berjalan dengan lancar, Anda harus mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda.

 

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Saat Ibadah Haji dan Umroh?

Ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan saat melaksanakan ibadah Haji maupun Umrah.

 

Apa saja?

1. Berpikir positif.

Hindari kata-kata yang bersifat mengeluh. Apalagi terang-terangan mengeluh, bahkan komplain.

Jangan.

 

Syukuri apa yang ada, dan lakukan.

Ikuti jadwal dan rencana perjalanan yang ada dengan tertib. Tidak perlu bikin acara sendiri. Misalnya ketika waktu rombongan Anda towaf, anda ikut towaf. Ketika rombongan Anda tidur, ya gunakan waktu Anda untuk tidur. Jangan malah jalan-jalan sendiri.

 

Berprasangka baiklah.

 

2. Ikuti tips dari mereka yang sudah pernah.

Anda bisa belajar dari pengalaman orang lain. Anda bisa tahu banyak hal.

Misalnya barang-barang apa yang perlu dan tidak perlu Anda bawa. Jadi bisa menghemat tenaga.
Tanyakan pada kerabat, saudara, atau teman Anda yang pernah Umrah ataupun Haji.

 

Kalau Anda punya penyakit khusus sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

3. Istirahatlah jika waktunya istirahat.

Orang Indonesia kebanyakan berpikir bahwa waktu istirahat adalah free time. Ketika waktunya istirahat malah digunakan untuk ngobrol dengan teman satu kamar atau malah jalan-jalan untuk belanja.

Jangan.

 

Kalau waktunya tidur, ya gunakan untuk tidur. Supaya hari berikutnya bisa fit lagi dan bisa Ibadah dengan badan yang segar.

 

4. Cukupi kebutuhan air mineral

Supaya anda tidak dehidrasi, jangan lupa cukupi kebutuhan air putih Anda.

Jangan tunggu kulit Anda kering dan bibir pecah-pecah. Segeralah minum saat ada kesempatan.

 

Untungnya di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram disediakan air minum gratis yang boleh kita teguk kapan saja.

Ya betul. Air zam-zam.

 

Selain itu kadang-kadang ada jutawan warga setempat yang membagi-bagikan air gratis untuk para jemaah.

Jadi Anda tidak perlu beli. Karena kalau beli harganya mahal. (mungkin cuma di Indonesia harga air mineral kemasan bisa semurah ini).

 

5. Minum suplemen kesehatan

Jika Anda mengonsumsi suplemen dengan tepat, saya yakin bisa mempermudah usaha Anda menjaga kesehatan.
Ibu & bapak saya, juga mengonsumsi suplemen kesehatan ketika melaksanakan ibadah Haji. Alhamdulillah bisa berjalan lancar.

 

Suplemen kesehatan adalah tambahan nutrisi yang dirancang oleh para ahli gizi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang masih kurang.

 

Selain itu suplemen kesehatan memiliki khasiat membantu tubuh menjaga kesehatan kita.

 

Namun hati-hati dalam memilih suplemen kesehatan.

Pilihlah yang bermutu tinggi dan tentunya berkhasiat untuk tubuh Anda.

Jangan lupa cari yang Halal dan mudah dibawa maupun diminum saat berada di Saudi Arabia.

 

Suplemen apa yang dibutuhkan?

Diantara sekian banyak produsen suplemen di Indonesia, menurut saya produk Tiens adalah yang paling cocok untuk perjalanan ibadah Anda.

 

Ini bukan karena saya jualan produk Tiens.

Ini karena manfaat dan khasiatnya. Serius.

 

Anda tidak harus beli suplemen di website ini.

Silahkan beli suplemen di tempat lain kalau Anda merasa ada yang lebih baik daripada di sini.

 

Mengapa saya menyarankan produk Tiens?

1. Produknya Halal

Produk Tiens telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia. Jadi Anda bisa tenang mengonsumsinya.

 

2. Bahannya Alami

Di luar sana banyak suplemen dari berbagai merk. Namun terbuat dari bahan-bahan kimia buatan.

Yang seperti ini tidak saya sarankan. Karena biasanya tidak aman dikonsumsi jangka panjang dan ada efek sampingnya.

 

Selain itu herbal yang berbahan alami itu tidak semuanya punya khasiat yang telah teruji secara klinis maupun teruji secara empiris.

 

Contohnya jamu gendong dari mbok-mbok yang biasa keliling komplek rumah Anda.
Itu juga herbal. Bahannya alami. Tapi belum terbukti secara klinis. Standarisasi produksinya juga tidak diketahui.

 

Nah produk Tiens itu merupakan produk suplemen kesehatan yang terbuat dari bahan-bahan alami.
Dengan menggunakan resep kesehatan tradisional Tiongkok kuno, sehingga memiliki khasiat untuk memelihara kesehatan tubuh Anda.

 

3. Proses pengolahannya berstandarisasi & modern

Produk Tiens diproses dengan bioteknologi modern, kemasannya praktis, dan mudah dibawa ke mana-mana.
Setiap produk yang dijual ke konsumen sudah melalui proses quality control yang ketat dan diperiksa secara teliti.

 

pabrik tiens peninggi badan
Industri Kesehatan Tiens

 

Jadi tidak heran kalau produk Tiens ini dikategorikan obat herbal kualitas tertinggi oleh BPOM. Menurut bahasa farmasi biasa disebut fitofarmaka.

Setiap produknya telah lolos uji klinis maupun empiris dan memiliki khasiat pada masing-masing produknya.

 

4. Tepat jenis suplemennya

Selain produk Tiens, ada beberapa herbal berkualitas tinggi. Kemasannya juga modern. Halal dan terdaftar BPOM Indonesia.

Tapi khasiatnya tidak cocok untuk Anda yang mau pergi Haji dan Umroh.

Jadi percuma.

 

Nah, ada beberapa produk Tiens yang menurut saya sangat tepat untuk menjaga kesehatan saat Haji dan Umroh.

Produk Tiens apa yang Anda Butuhkan?

Dari belasan suplemen kesehatan yang di produksi perusahaan Tiens, saya pilihkan 4 produk untuk Anda.

 

Yaitu Nutrient Calcium Powder, Muncord Capsules, Vitaline Softgel, dan Spirulina Capsules.

 

Keempat produk tersebut adalah produk yang juga saya sarankan untuk kedua orang tua saya sewaktu menjalankan ibadah haji beberapa tahun yang lalu.

 

haji dan umroh

 

Alhamdulillah, bapak ibu saya yang umurnya sudah lebih dari 60 tahun bisa lancar ibadahnya.

Dengan minum Nutrient Calcium Powder, Tulang dan otot kakinya jadi lebih kuat.

Sehingga bisa melaksanakan towaf dan rangkaian kegiatan ibadah tanpa kaki linu maupun kram otot.

 

Vitaline diminum untuk mengantisipasi saat-saat kurang tidur. Selain itu menjaga kelembaban kulit agar tidak kering dan pecah-pecah.

 

Muncord-nya berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari berbagai penyakit menular. Seperti flu, batuk, dsb. Selain itu muncord digunakan sebagai antibiotik alami untuk mengatasi radang tenggorokan.

 

Sedangkan Spirulina diminum ketika susah makan karena terlalu jenuh makan daging-dagingan. Terutama daging unta. Dan sebagai tambahan makanan saat kurang nutrisi dari buah dan sayuran.

 

Disclaimer :

Kesaksian orang tua saya ini bukan jaminan Anda akan mendapatkan hasil yang sama.

Produk Tiens bukan obat yang menggantikan obat dokter. Konsultasikan dulu dengan dokter apabila Anda memiliki penyakit kronis.

Kesehatan adalah kuasa Allah SWT. Produk Tiens merupakan wasilah dari upaya kita sebagai manusia untuk menjaga kesehatan.

Sekian…

Itulah alasan mengapa Anda harus waspada menjaga kesehatan dan cara-cara yang bisa Anda upayakan agar ibadah Anda bisa berjalan dengan lancar.

 

Silahkan share di media sosial Anda supaya calon jemaah lain bisa terbantu.

Kalau Anda ingin beli produk Tiens melalui online silahkan klik link yang tercantum.

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *